Sabtu pagi . . .

Selamat pagi . . . . .
Seperti hari yang sebelumnya, bersyukur dan bersyukur adalah kewajiban yang paling utama. Pagi ini pun rutinitas diawali dengan tugas pertama dalam kategori urusan dunia. Yup, 04.45 Wib langsung menuju lapak tetangga.

Dengan bermodalkan uang 14.000 rupiah, menyenangkan bisa mendapatkan beberapa porsi makanan. Dimulai dari lapak pertama di seberang jalan, sebelum akhirnya ke lapak paling ujung dengan jarak 100 meter dari tempat mimin berteduh (sementara) selama beberapa tahun ini.

Tanpa basa-basi mimin langsung memesan makanan di pos pertama (lapak) tetangga :

1. Nasi lengkoh
Makanan khas dari daerah kabupaten paling utara di jawa barat. Makanan ini sangat sederhana dengan komposisi :
– Nasi
– Tauge/toge
– mentimun/ketimun
– tempe
– tahu
– bihun
– bawang goreng
– kecap
– sambel kacang yang pedas

Beberapa komposisi diatas dipotong kecil-kecil, lalu ditaruh diatas nasi layaknya topping sebelum akhirnya diguyur kecap manis dan sambel yang cukup pedas.

Harga :

Untuk harganya pun sangat masuk akal dan super murah karena hanya dijual seharga 3.000 rupiah per bungkus.
Sekedar catatan khusus, nasi lengkoh ini adalah sepupu dari nasi kuning.

Makanan ini pun sangat akrab layaknya adik kakak dengan keluarga bala-bala atau yang juga dikenal dengan nama kue sayur dibeberapa tempat di indonesia. Pagi tadi pun 4 bala-bala seharga 2.000 rupiah, turut menemani 2 porsi nasi lengkoh yang mimin biasa beli untuk si bungsu a.k.a sang pemegang tahta di keluarga mimin.

Done :
– lengkoh 3.000 X 2 = 6.000
– bala-bala 500 X 4 = 2.000
Total : 8.000 rupiah saja langsung kenyang πŸ™‚

2. Bubur ayam
Makanan ini bisa ditemui dengan mudah selama masih wilayah NKRI dan masalah komposisi nya terdiri dari apa saja ? Untuk kali ini mimin serahkan ke wikipedia ataupun mbah google.

Harga :

Hanya 3.000 rupiah saja dan bubur ini berwarna kuning yah, bukan bubur putih dan makanan ini adalah kesukaan ibu a.k.a mamah alias my mom. Dan masih di lapak yang sama, soto pun mimin angkut sebagai teman dari bubur. Layaknya senasib dan sepenanggungan dimana ada bubur disitu ada soto.

Dua makanan ini langganan dibeli untuk bapak dan ibu dirumah, pastinya kita wajib mendahulukan apa yang orangtua kita inginkan saat pagi hari. So’ jangan pernah lupa dengan kebutuhan orangtua kita dan biasakanlah bertanya mau makan apa untuk bu’ pak’ untuk sarapan pagi ini.

Done :
– Bubur ayam 3.000 X 1 = 3.000
– Soto ayam 3.000 X 1 = 3.000
Total : 6.000 rupiah saja bisa kenyang yang penting halal.

Buat mimin, rutinitas pagi ini adalah indonesia banget dan indonesia memang menyenangkan karena dengan uang 14.000 rupiah pun, kita bisa membeli beberapa makanan untuk mengisi perut kita di pagi hari. Mungkin bagi sebagian orang, makanan ini adalah biasa dan terkesan jauh dari kata sempurna.

Namun bagi mimin, ini adalah suatu hal yang bisa dikatakan anugerah. Bersyukur dengan yang ada dan tetap utamakan makanan halal adalah yang paling utama. Terlebih diluar sana masih banyak saudara kita yang mungkin kekurangan dan tidak bisa makan 3 X sehari.

Apapun makanannya yang penting kebersamaannya dengan keluarga. Setidaknya kita harus ingat, tanpa peranan mereka atau keluarga baik ibu, bapak, adik dan kakak. Kita tak kan pernah bisa menjadi apapun ataupun tak kan pernah benar-benar menjadi orang yang bermanfaat.

Ingat, saat kita kecil dan masih anak-anak. Orangtua memberi kita makan, sarapan pagi dan lain-lain. Saat kita beranjak dewasa dan orangtua menua ke arah lanjut usia. Sudah seharusnya kita tidak lupa untuk memenuhi kebutuhan mereka. Sekecil apapun yang kalian mampu berikan, selama itu ikhlas dan tentunya halal. InsyaAllah akan menjadi berkah dan kebahagiaan, Aamiin.

Mari sejenak kita renungkan, siapapun kalian, sekaya apapun kalian, sesukses apapun kalian dan sehebat apapun karier kalian dengan segala kesempurnaannya. Tolong jangan lupa berbakti kepada orangtua dan mulailah dari hal yang terkecil, tak perlu selalu mewah dan super luxury ala adegan ftv di televisi, film box office dll. Sederhana saja, apa adanya dan semampunya.

Terlepas dari perubahan zaman yang semakin terlihat mengerikan. Semoga kita tetap menjadi seseorang yang rendah hati, mawas diri tidak hanya berbakti kepada orangtua dan keluarga serta lingkungannya, Aamiin.

Untuk seluruh wni beserta para mahasiswa, mahasiswi dan pelajar serta wanita karier dan eksekutif muda papan atas yang penuh kemapanan. Jangan lupa sedekahnya dan dimanapun kalian berada semoga sehat selalu dengan tak lupa mengurangi keluh kesah, serta rasa sombong yang mungkin muncul di setiap hari, di sepanjang usia.

The last but not least, semoga hari ini menyenangkan untuk semuanya dan tetap semangat keep the truth alive.

β€œMereka yang tidak menyukaimu akan selalu ingin membuatmu tenggelam ke titik yang terdalam. Entah itu ke dasar lautan ataupun sebuah jurang yang paling dalam…”

β€œ…Dan mereka yang benar-benar baik ialah mereka yang memahami jika memberikan bantuan itu bukan pada berapa yang telah dikeluarkan. Namun lebih kepada pada saat kapan uluran tangan itu diberikan…”