Romantisme Luigi “Gigi” Dall’igna Bersama Aprilia Racing Team

3presentazione-aprilia-racing-team-wsbk-201303-586x449

SFTER Office – Pasca hengkang ke ducati akhir 2013 silam. Lelaki kelahiran provinsi veneto, italia ini akhirnya meninggalkan salah satu anak perusahaan pabrikan Piaggio Group yaitu Aprilia yang turut membesarkan namanya dalam kancah ajang balap sepeda motor tingkat dunia atau world moto grand prix series sejak 1992 silam.

Selama kurun waktu 11 tahun berkiprah di Aprilia Racing Team sendiri, Gigi Dall’igna sukses mempersembahkan 2 titel juara dunia WSBK, serta mengantarkan Aleix Espargaro bersaing dan mendominasi dalam kejuaraan dunia kelas CRT motogp 2014 & 2015.

Luigi Dall’igna sendiri adalah seorang pria jenius yang berasal dari negara yang dikenal dengan makanan pizza. Selain itu negara ini juga dikenal memiliki klub sepakbola terjujur didunia yaitu F.C Internazionale Milano, salah satu klub sepakbola terbesar dibenua eropa dan memiliki presiden asal Indonesia yaitu Om’ Erick Thohir yang juga merupakan pemilik saham terbesar di klub sepakbola paling kaya di Indonesia yaitu Persib Bandung.

Gigi yang memiliki takdir memiliki kartu tanda penduduk atau KTP provinsi veneto italia ini, merupakan salah satu tokoh utama dibalik bangkitnya ducati yang di musim depan akan mengandalkan pembalap reguler motogp yaitu Andrea Dovizioso dan juga Jorge Lorenzo.

Dalam goggle maps lansiran terbaru, veneto sendiri merupakan suatu provinsi di italia yang bersebelahan dengan provinsi vicenza.

_luigi_dalligna_z

Let’s back to the topic of this article, ketika berada dalam pabrikan Aprilia Racing Team sendiri, Gigi Dall’igna adalah orang yang bertanggung jawab sepenuhnya dalam proses pengembangan project motor Aprilia RSV-4 yang mulai dibangun sekitar medio 2002 silam.

Dari berbagai data yang mimin olah dari berbagai sumber di blogsphere area, pria yang akrab dipanggil Mas Gigi atau Mang Gigi ini sendiri bertanggung jawab atas divisi racing motor Aprilia Racing Team sejak era jaman balap menggunakan mesin 2 tak, dimana saat itu ia memegang peranan penting atas Aprilia 125cc (2 tak) dan juga tentunya Aprilia 250cc RSA (2 tak) dibawah nahkoda maestro mekanik balap motogp era 2-tak yaitu Jan Witteveen yang notabene bos dari Luigi “Gigi” Dall’igna semasa berkiprah bersama ART.

Sekedar info saja khususnya untuk para member yang belum mengetahui, Aprilia merupakan anak perusahaan dari pabrikan sepeda motor raksasa asal italia yaitu Piaggio group.

Piaggio group sendiri memiliki banyak anak perusahaan yang extraordinary dan merupakan perusahaan induk dari beberapa brand motor tingkat dunia semisal Aprilia, Derbi, Gilera, Ligier, Moto Guzzi dan juga siganteng kalem alias the one and only Vespa !!!

gobmeier1_neu_dalignajpg

Dibawah didikan Jan Witteveen sendiri, mekanik Gigi muda berkembang cukup pesat dalam kariernya. Dimana sebelum mengembangkan era motor balap 4-tak pada tahun 2002 bersama ART yang melahirkan masterpiece Aprilia RSV-4 dengan kubikasi 1.000cc yang memiliki konfigurasi 3 silinder (the cube).

Gigi Dall’igna sejatinya telah lama dipekerjakan oleh Aprilia sejak 16 Januari 1992 silam. Dimana saat itu Aprilia berkantor pusat di daerah Noale serta sukses mendominasi era balap motogp kelas 125cc dan 250cc.

Dikalangan balap dunia sendiri, motor genre 2-Tak lansiran Aprilia ini ialah salah satu prototype yang sangat melegenda dan bersejarah, karena tercatat motor ini merupakan motor bagi King Of motoGP saat ini yaitu “The Doctor” Valentino Rossi yang kala itu melakukan debutnya di motogp dengan mengendarai Aprilia 125cc.

Valentino Rossi sendiri tercatat mengawali kariernya di ajang balap motogp pada tahun 1996, dimana ia saat itu bergabung bersama team balap Nastro Azzuro Aprilia dengan mengendarai Aprilia 125cc dan melakukan debut officialnya di sirkuit Syah Alam pada pegelaran Malaysian Grand Prix 1996.

Selang setahun kemudian atau tepatnya pada tahun 1997, VR46 sukses menjuarai ajang balap motogp kelas 125cc bersama Aprilia, setelah mengandaskan perjuangan senior sekaligus kompatriot saingan terberatnya kala itu yaitu Lucio Cecchinello, yang merupakan boss dari team balap yang bermarkas di kota monaco yaitu LCR Honda.

6385345600994eb6bbcac0566e100b5d-1

Kembali ke topik awal dimana Gigi Dall’igna bergabung pada tahun 1992 bersama Aprilia. Saat itu Gigi muda dikenal sangat jenius dan cukup piawai pada karier awalnya di team Aprilia.

Karena kecemerlangan kariernya itulah ia kemudian didapuk mendapatkan promosi jabatan dan menjabat head of engine technology development division sampai tahun 1999.

Dari tahun 1992 sampai 1999 sendiri Gigi tercatat turut andil dalam pembuatan beberapa motor balap. Salah satunya yaitu ia terlibat dalam pengembangan mesin 2 silinder yang digunakan dalam ajang superbike, dimana saat itu pabrikan Aprilia bekerja sama dengan pabrikan besar lainnya yaity, Rotax & Cosworth Racing.

Pada medio akhir tahun 1999 pula ia kemudian kembali naik pangkat dan kini bertanggung jawab sepenuhnya atas divisi racing Aprilia baik dari motor kelas 125, 250 dan 1000cc sampai tahun 2002.

Selama menjabat sebagai director of Aprilia Racing Team atau orang awam mengenalnya dengan istilah Sports Director of Aprilia Racing Team. Gigi Dall’igna juga bertanggung jawab atas motor Derbi 125cc (2004-2005) gacoan pembalap asal spanyol yaitu Jorge “X-Fuera” Lorenzo atau biasa dikenal Jolor oleh sebagian fans motogp asal tanah air.

JL99 sendiri saat itu merupakan salah satu pembalap muda asal spanyol yang cukup sukses, karena mampu meraih gelar juara bersama Derbi dan Aprilia pada saat awal karier balapnya di motogp kelas 125cc & 250cc dibawah pengawasan Gigi Dall’igna.

Menariknya ialah Gigi Dall’igna ialah sosok ulet yang lebih banyak menghabiskan waktunya dikantor, daripada memilih bersantai-santai dirumah ketika ia libur kerja.

Dan menurut penuturan staff bawahannya, Gigi sendiri dikenal sebagai atasan yang memiliki etos kerja yang luar biasa, serta lebih mudah ditemui di kantor pusat Aprilia di Noale ataupun kantor pusat Piaggio di kota Pontedera, dimana ia juga turut berkontribusi dalam beberapa produk scooter lansiran Piaggio Group medio 2011 silam.

Pada saat jelang kepindahannya dari Aprilia menuju Ducati sendiri, ia kemudian diwawancarai oleh beberapa media sendiri dan menjawab beberapa pertanyaan yang dilontarkan awak media. Salah satunya yaitu mengenai apa kesan yang dirasakan ketika bergabung bersama Aprilia.

“Bergabung dan tumbuh bersama Aprilia merupakan salah satu hal terindah dalam hidup saya. Disana setiap orang (crew) sudah mengetahui apa yang harus dilakukan. Jadi meski saya tidak lagi berada disana (Aprilia 1992-2013). Saya yakin mereka akan tetap berkembang bersama Romano Albesiano (Sports Director Aprilia Racing Team 2013-sekarang)…” – Gigi Dall’igna –

Lantas siapa orang yang berpengaruh dalam perjalanan karier Anda dalam berkiprah di industri dunia balap motogp selama ini.

“Dia (Jan Witteveen) selalu mengarahkan Saya agar mampu mengembangkan kemampuan diri. Dia merupakan sosok atasan yang senantiasa melindungi bawahannya, ketika sebuah team kerja melakukan kesalahan dalam kejuaraan balap motogp…” – Gigi Dall’igna –

witteveen-dalligna

The last but not least, for your info… Jan Witteveen (belanda) merupakan salah satu mentor sekaligus guru dari sosok pria jenius bernama Luigi “Gigi” Dall’igna. Pada musim balap motogp musim balap 2017 sendiri, JL99 akan bereuni dengan Gigi yang kini menjabat sebagai Sports Director of Ducati Corse Racing Team.

Tentunya duet maut ini sendiri digadang-gadang akan sukses dan mampu menandingi team kuat lainnya, semisal VR46 dengan Yamaha dan MM93 dengan Honda yang beberapa tahun silam menguasai ajang balap tertinggi dunia aka motogp.

Lantas…. Apakah duet maut Dall’igna bersama pembalap berharga 12 juta dollar/musim akan sukses besar bersama Desmosedici di musim 2017-2018 ???

600x_016e9f25c7f34b9376fc9ba5200e7140.jpg

Atau justru Romano Albesiano dengan Aleix Espargaro yang sesekali akan berpotensi mengejutkan dengan bendera Aprilia Racing Team yang 100% didoakan oleh para scooterist se-Alam Dunia ???

Bisakah VR46 meraih gelar juara dunia ke 10-nya pada musim 2017 ??? Atau MM93 yang justru akan kembali mendominasi pagelaran balap lansiran Carmelo Ezpeleta lewat Spanish Connection.

Hanya waktu yang akan menjawabnya everybody… Jayalah Vespa Excel Rider dan katakan keep the truth alive, dimanapun kalian berada.

Akhir kata… Selamat beristirahat untuk semuanya, jangan lupa utamakan tetap rendah hati dan banyak-banyak beramal kebaikan, dalam menjalani hidup didunia yang sifatnya hanya sementara ini…

#adminmagangtaplaxmeja pamit undur diri, cukup sekian terima gaji…

source : https://www.facebook.com/sparepartvespaexcel/posts/1180937945276571:0

piaggio-group

#spareparthondac70 #sftc #sparepartvespaexcel #sfter#lebihbaiknaikvespa #aprilia #vespa #piaggio#wearesoundsfromtheexcelrider

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s