Vespa Super 1974 – True Story

IMG_2736

Sparklinc  Office – Menurut pemilik sebelumnya, sebenernya motor ini ditakdirkan memiliki lampu bulat. Hanya saja pada saat berada ditangan mimin, motor ini malah justru berkepala kotak dengan logo siem pada mika kaca di bagian lampunya. Ok, ini gak masalah karena mimin sendiri mendapatkannya secara bekas tentunya, jadi selama mesin berfungsi dengan normal. Hemat mimin masalah lampunya kotak atau bulat, it doesn’t matter kala itu.

Finally motor ini mimin kendarai hanya dalam waktu 2 minggu saja. Terlebih saat itu mimin merasakan betul perbedaan yang sangat signifikan antara vespa excel series 1995 milik mimin, dengan vespa super 1974 ini yang memiliki keterangan warna di stnk/bpkb bertuliskan medium blue.

IMG_2734

Hari pertama tentu senang karena mendapatkan genre klasik di kisaran 4 koma sekian saja. Dengan plat nomer tertera cirebon kota atau plat E, super ini resmi menjadi anggota baru dari keluarga kecil mimin kala itu.

Selang hari berikutnya motor ini hanya dipanaskan dan jarang dipakai, karena mimin sendiri jarang keluar kecuali agenda tugas kantor dan hangout semisal cari makan.
Setelah lebih dari seminggu, akhirnya motor yang terbiasa parkir di salah satu office order clothing industries ini pun, mulai rewel dimana diawali dengan bocornya tangki.

Hal ini sebenarnya adalah hal umum yang ditemukan di motor tua. Mau tidak mau jiwa genre otodidaknya muncul. Bongkar tangki, cek karet, selang bensin dan juga kran bensin. Sejurus kemudian akhirnya ketemu permasalahannya, dimana sambungan dari tangki ke selang bensin sedikit longgar, sehingga menyebabkan bensin mengalir deras dari bagian tersebut.

Dengan metode sederhana, bongkar, cek baut atau bagian yang kendur, lalu dikencangkan kembali. Akhirnya si super ini normal kembali seperti sedia kala.
Esoknya motor ini pun resmi dipinang salah satu teman mimin. Meski belum 200 Km mimin mengendarainya, tapi jelas tawaran dari teman kala itu langsung mimin setujui. Bermodal 4 ribu sekian sekian, super lansiran 1974 ini resmi pindah tangan.

Secara jujur mimin memberitahukan perihal kondisi motor apa adanya, kelistrikan ok, mesin ok, istilahnya 1 kali selah, motor langsung hidup meski hanya minum premium + evalu** botol hijau dengan viksositas grade oli mineral kualitas standar api TC.

Berbicara power sendiri, sejujurnya tarikan motor sangat berat sekali. Mesin teriak kencang tapi laju motor seakan tertahan, mungkin bagian kopling wajib refresh dengan suku cadang baru, tidak hanya bagian piston yang sepertinya wajib lem biru (lempar yang lama, beli yang baru).

Dari analisa hasil pembakaran pun, businya selalu dan selalu kotor berkerak kehitam-hitaman. Jujur mimin sendiri kurang paham mengenai air fuel ratio (afr) dan sejenisnya. Tapi jelas disini ada masalah dengan pembakaran yang jauh dari kata maksimal. Terlebih busi selalu hitam dengan tekstur basah, menunjukkan ada banyak bensin yang terbuang percuma seakan akan tidak terbakar seutuhnya dengan tuntas.

Finally transaksi pun lancar, motor berpindah tangan dengan sah secara hukum kevespaan dan jual beli motor pada umumnya.

Sampai sekarang pun, mimin masih belum memahami mengenai kelistrikan dengan sistem platina. Terlebih mimin bukan lulusan stm/smk mesin, tapi pengalaman membelai platina series ini mungkin terakhir kalinya. Karena secara hati lebih menyukai kendaraan dengan tipe kelistrikan yang lebih advance nan praktis dengan genre CDI.

Mungkin sebagian orang yang paham betul seluk beluk platina atau bagi mereka sangat kompeten dan memahami cara kerja platina, akan sangat menyenangkan untuk memelihara genre klasik dari vespa ini.

Tapi buat yang newbie atau layaknya pengalaman mimin yang ga memahami secara baik cara kerja platina. Mimin sarankan lebih memilih kendaraan dengan genre pengapian CDI. Selain praktis, tentunya tipe ini lebih “ampuh” dipakai untuk aktifitas rutinitas harian kita, semisal keperluan pergi ke kantor dan pulang ke rumah setiap hari.

img_2770
Secara body, aliran klasik membulat memang ngangenin. Tapi umur gak bisa bohong, dimana mimin lebih mengutamakan kinerja mesin daripada sekedar body kit belaka. Setiap orang memang memiliki kepentingan dan kebutuhan yang berbeda-beda, mimin sendiri menyukai klasik walau memilih menjadi excel rider pada akhirnya.

The last but not least, setiap motor memang memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Disini cermat-cermatlah dan menyesuaikannya dengan kebutuhan diri kita. Butuh mesin dengan pengapian praktis ala CDI atau bertahan dengan ideologi klasik dengan engine platform platina, semua dikembalikan kepada individu masing-masing dalam memilihnya.

IMG_2765.JPG

Selamat berakhir pekan untuk semuanya, jayalah indonesia dan tetaplah semangat salam mesin kanan, dimanapun kalian berada…

#sparepartvespaexcel #sfter #adminmagangtaplaxmeja #soundsfromtheexcelrider

Source : https://www.facebook.com/sparepartvespaexcel/posts/1101196866584013:0

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s