Takaran Ideal Oli Samping Vespa – Sounds From The Excel Rider

img-20160617-00752
Sparklinc Office – Berbicara mengenai mesin memang seakan tak ada habisnya. Terlebih dimasa sekarang ini beberapa pabrikan mengemas banyak produk-produknya dengan semenarik mungkin. Tentunya semua itu dipengaruhi oleh pasar dari industri sepeda roda dua saat ini yang semakin hari semakin menggiurkan, khususnya market sepeda motor di tanah air yang semakin tahun semakin berdarah-darah, karena persaingan beberapa pabrikan raksasa jepang yang senantiasa mendominasi pangsa pasar penjualan sepeda motor.
Saat inipun beberapa line-up brand raksasa menawarkan dalam berbagai macam jenis dan tipe. Tentunya produk yang mereka tawarkan ini, diciptakan sebagai jawaban atas permintaan pasar. Setali tiga uang dengan apa yang pabrikan tawarkan, para user atau rider sendiri, kini banyak memilih kendaraan roda dua untuk menunjang aktifitas hariannya, daripada menggunakan jasa kendaraan umum ataupun kendaraan pribadi roda empat yang pastinya boros bensin dan rawan terkena macet, khususnya untuk masyarakat yang tinggal dikota-kota besar sana .
Tak ayal fenomena ini pun membuat penjualan sepeda motor cenderung stabil dan bahkan meningkat pada setiap tahunnya. Pada titik ini masyarakat atau dalam hal ini ialah para user/rider sendiri, kini menjadikan kendaraan roda dua tidak hanya sebagai alat penujang aktifitas harian semata, tetapi juga menjadikannya sebagai bagian dari gaya hidup.
Terlepas dari tulisan diatas. Kali ini yang akan menjadi topik bahasan ialah mengenai takaran oli samping yang ideal untuk kendaraan dengan jenis mesin 2 tak khususnya vespa. Sementara berbicara motor dengan mesin 2 tak sendiri, secara global genre mesin ini memang mulai terpinggirkan, terlebih mayoritas pabrikan besar jepang atau eropa pun sudah serentak melakukan program “DISCONTINUE” untuk line-up produk genre ini.
Lantas kenapa motor dengan mesin 2 tak harus memakai oli samping selain pelumas mesin ? Sementara mesin 4 tak sendiri terlihat jauh lebih simple, karena hanya membutuhkan oli pelumas untuk mesin saja ?
Jawabannya ialah karena cara kerja mesin 2 tak (2 langkah) menghasilkan power/tenaga yang jauh lebih besar dibandingkan dengan power/tenaga mesin 4 tak (4 langkah) dan mesin 2 tak ini memerlukan percampuran oli dengan bahan bakar (oli samping/two stroke oil) untuk proses pelumasan silinder mesin.
– Pada mesin dua tak, sekali pembakaran terjadi dalam satu putaran penuh pada poros engkol (crankshaft), sedangkan pada mesin empat tak, sekali proses pembakaran terjadi dalam dua putaran penuh pada poros engkol.
– Lubang pemasukan dan lubang pembuangan pada mesin dua tak terdapat pada dinding silinder, sedangkan pada mesin empat tak terdapat pada kepala silinder (cylinder head). Ini adalah alasan utama yang membuat mesin 4 tak tidak menggunakan oli samping.
Untuk itu dibutuhkan pelumas yang lebih karena putaran yang dihasilkan lebih cepat. Hal itu juga menjawab kenapa mesin 2 tak lebih berisik, boros bahan bakar, menghasilkan asap putih dari knalpotnya namun unggul dalam kecepatan dibandingkan mesin 4 tak.
Lantas berapa takaran ideal oli samping untuk motor 2 tak atau dalam hal ini kendaraan dengan brand vespa ???
Untuk vespa sendiri, anjuran dari pabriknya cukup 2% atau 20ml oli/ liter bensin, namun kita biasanya melebihkan oli sedikit lebih banyak dari anjuran pabrikan, supaya celah antar komponen pada mesin tua ini tetap terlumasi dengan maksimal dan power mesin pun tetap terjaga.
Mayoritas setelah ditambahkan, campuran oli sampingnya pun umumnya menjadi 2,5-3%, sementara apabila lebih dari itu berpotensi membuat busi lebih cepat mati, dikarenakan bekas sisa endapan karbon yang menumpuk banyak.
Disini yang perlu diperhatikan ialah takaran oli samping yang terlalu banyak melebihi anjuran pabrikan sendiri, tidak hanya akan berpotensi endapan karbon atau kerak menumpuk di busi saja, melainkan akan juga menumpuk di area dalam mesin semisal piston, ruang bakar, lubang buang dan juga didalam knalpot.
Tentunya lambat laun hal ini jika tidak disadari malah akan mengurangi performa dari mesin itu sendiri. Penggunaan oli samping terlalu banyak ini sebenarnya membuat campuran bensinnya jadi sangat kering. Karena, disini peranan bensin justru tergantikan oleh oli samping dan seringkali tidak terdeteksi, dikarenakan hasil pembakaran pada busi yang cenderung terbaca hitam, seolah olah kebanyakan bensin (kepala busi terlihat basah menghitam).
F I N A L T H O U G H T S F R O M S F T E R :
Berikut ini ialah beberapa persentase campuran ideal oli samping dengan bensin. Tidak hanya menurut anjuran pabrikan, tetapi juga sesuai data yang telah mimin himpun berdasarkan pengalaman pribadi (based on true story) menggunakan oli samping Eneos 2T Asia. Tentunya semoga data sederhana ini bermanfaat, khususnya untuk para rider yang setia dengan karier kevespaannya. Lets ride vespa lovers, jayalah keep the truth alive #SFTER
Berikut ini ialah persentase ideal menurut anjuran pabrikan vespa :
– 2% itu sama dengan 2/100 = 20 ml oli/liter bensin = 20 : 1000 = 1:50
Persentase yang dianjurkan untuk berkendara harian :
– 2,5% sama dengan 2,5/100 = 25 ml oli/ liter bensin = 25 : 1000 = 1:40
Persentase yang dianjurkan untuk berkendara touring ke luar kota :
– 3% sama dengan 3/100 = 30 ml oli / liter bensin = 30 : 1000 = 1:33,3
Semoga informasi ini bermanfaat, kurang lebihnya mohon dimaafkan apabila ada salah-salah kata.
Source : https://www.facebook.com/notes/spare-part-vespa-excel/takaran-ideal-oli-samping-vespa/1058151670888533
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s