melihatnya tersenyum adalah obat terbaik buat segala luka

IMG_20140618_080313.jpg

Buat sebagian orang, melihat orang yang ia sayang tersenyum adalah obat terbaik buat segala luka. Meskipun itu mungkin menyisakan duri, menyisakan perih dan tentunya menyisakan sunyi.

Bahasa itu lebih memiliki elastisitas. Jadi layaknya sebuah air yang ada didalam sebuah botol. Air tersebut pastinya akan mengalir mengikuti bentuk daripada botol itu sendiri. Misalkan, dalam sebuah karya seni musik. Bahasa itu pun tentunya mengikuti alunan ritme dari musik itu sendiri.

Bicara tentang episode kehidupan. Cerita mengenai sebuah luka masa lalu adalah salah satu hal yang pastinya akan membuat siapa saja yang melihatnya akan penasaran. Dalam hal ini cerita-cerita genre seperti itu memang akan lebih mudah dicerna dan mendapatkan tempat tersendiri dalam sebuah relung hati sanubari para penikmatnya.

LUKA MASA LALU… Iyah, sederhana ketika kita menuliskannya dalam sebuah artikel di hari minggu malam atau tepatnya di akhir medio agustus 2015 ini. Sebelumnya, terima kasih banyak buat silent reader yang selalu mampir di blog sederhana yang senantiasa mimin andalkan untuk berorasi, layaknya sebuah buku yang menjadi sahabat terbaik mimin sejauh ini.

Sebagian besar masyarakat barangkali menganggap, jika Luka Masa Lalu umumnya menceritakan sebuah kisah yang dilatar belakangi dari seseorang yang identik gagal move on. Boleh jadi identik dengan cerita-cerita kaum melankolis yang cenderung lemah, rapuh atau bahkan layak dianggap sebagai seorang pecundang. Karena senantiasa terlihat murung yang sejatinya merupakan hal yang indah. Murung itu sungguh indah ??? Iyah, hemat mimin memang demikian, walau semua tergantung dari pola pikir masing-masing pribadi dalam menganalogikannya.

begitu dekat tapi tak bisa bersama
begitu dekat tapi tak bisa bersama

Karena kerinduan yang paling berat bukanlah ketika jarak terasa jauh, tetapi ketika jarak begitu dekat tapi tak bisa bersama.

Skip, let’s talk about the other side. Tahukah anda, Jika seorang pesepakbola asal Manchester United yaitu Memphis Depay. Sebelum mencapai posisinya hingga saat ini, memiliki luka masa lalu yang tidaklah sedikit. Diawali dengan ketika ditinggal ayah kandungnya saat berumur empat tahun, kemudian memiliki takdir menjadi anak keenam belas dari ayah tirinya, serta selang dalam waktu yang singkat pun kembali ditinggal ayah tirinya adalah sedikit dari banyak cobaan, dari pemuda yang kini lebih ingin dikenal khalayak umum dengan sebutan nama Memphis saja.

Dari deretan takdir yang terlampir dalam CV versi Real Life tersebut. Tak ayal disana tumbuh secara alamiah benih-benih karakter pemberontak, tindak tanduk perangai memphis yang pastinya kental melanggar peraturan dan tentunya “emosional” memang jadi salah satu trademarknya.

Tentunya disana memang terlihat jelas, jika Memphis benar-benar merindukan sosok seorang ayah. Seorang ayah yang mampu menjadi sosok panutan yang akan membawa dirinya jauh lebih tenang dan bisa dikatakan faktor sosok seorang ayah itulah yang menjadi sebuah puzzle yang hilang dalam kehidupannya.

Beruntung talentanya membawa Memphis bertemu dengan obat bagi luka-lukanya yaitu sepakbola. Bertambahnya usia membawa Memphis menjadi lebih matang dalam berperilaku. Sikap memberontaknya perlahan memudar seiring dengan kedisiplinan yang tumbuh dalam dirinya dan pada akhirnya Sepakbola menjadi obat Memphis untuk membasuh luka di masa lalu.

IMG_8130

Suka atau tidak suka, sosok ayah memang penting dan pastinya akan menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi karakter dari seorang anak. Pada suatu titik, seorang anak bisa saja menjadi tinggi dan semakin meninggi, menjadi terlihat kurang peka terhadap yang lainnya dan pada akhirnya menjadi sangat kurang berhati-hati dalam mengambil sebuah keputusan adalah nama tengah dari seseorang yang merindukan sosok figur seorang ayah.

Memphis pun hanya satu dari sekian banyak pesepakbola dunia yang menanggung beban berat di masa lalu. Kehidupan yang berliku dan banyak meninggalkan luka juga dialami oleh banyak pemain-pemain hebat lain. Sebagai contoh lainnya :

Zinedine Zidane tidak sanggup membeli sepatu untuk bermain bola. Cristiano Ronaldo pernah melempar gurunya dengan kursi karena dihina “miskin”. Lionel Messi berjuang melawan kekurangan hormon yang menghambat pertumbuhannya. Serta ada juga Saido Berahino yang harus pergi dari Burundi karena kekerasan Hutus dan Tutsis.

Semua orang punya luka dalam hidup ini. Sebagian memilih sepakbola sebagai obat menahan perih luka tersebut, sedangkan yang lain memilih sibuk dengan sahabat-sahabat sejatinya sebagai obat penawar luka dengan konsisten mengandalkan kata-kata sebagai senjata utamanya. Bagaimana dengan dirimu ? Apakah obat terbaik yang paling mujarab untuk lukamu ???

6a00d8341c630a53ef010536f4ccca970b-800wi.jpg

Dan terlepas dari banyak poin tersebut diatas. Pada titik serta paragraf ini mimin pun sepakat, tentunya satu suara dengan banyak orang diluar sana. Sependapat dengan mereka yang senantiasa banyak bersyukur diatas segala hal perkara risak-merisak yang pernah kita semua alami.

Setidaknya apa yang mungkin kita alami ini hanya berada di taraf yang relatif ringan, Meski memang semuanya membutuhkan perjuangan yang pastinya tidak mudah. Layaknya menikmati segala proses, seperti saat kita menghadapi hujan badai, kita jangan marah ataupun ketika akhirnya kita mampu memaknai dengan lebih mendalam jika istilah murung itu indah, memanglah benar adanya.

Pada konteks ini setiap hari kita masih bertemu dengan sepiring nasi, meski tanpa ditemani lauk pauk yang kaya gizi dan nutrisi. Sejauh ini pun kita semua mungkin tidak pernah pulang dengan badan bau pesing, meskipun make up wajah kita terlihat pucat pasi yang mengarah agak basi.

Terlepas dari semua kisah epic yang kita alami. Mungkin kita bisa menertawakan hal tersebut, ketika kita sesekali menengok ke masa lalu, seraya memeluk dalam hati sesuatu yang pernah menjadi luka. Bahkan, kita mungkin bisa menggunakannya sebagai kekuatan ekstra yang akan menguatkan diri kita. Menguatkan secara tidak langsung dan menjadi pelecut agar jauh lebih semangat dalam hal berkarya. Sebagai contoh, meskipun mungkin ini terlihat klise. Hemat saya, jadikanlah segala ucapan, cacian serta pernyataan dari oranglain yang mengarah ke bentuk penghinaan terhadap diri kita, sebagai bahan bakar oktan tinggi. Meski klise, namun saya yakin itu adalah salah satu cara terbaik dalam menyikapi segala episode kehidupan didunia yang hanya sementara ini.

Katakanlah kita dianggap kecil, miskin, nothings to do dan diri kita dikenal kental dengan hal-hal yang dianggap Inferor dibandingkan yang lainnya. It doesn’t matter bro. Jangan pikirkan hal itu terlalu dalam sepanjang usia, Karena realitanya ialah dalam hidup ini terkadang seseorang lebih ingin berpikir dan beropini dengan menggunakan jabatan atau kedudukan serta status sosial yang saat ini ia miliki. Sejenak adakalanya kita berhenti untuk munafik, tentunya dalam panggung sandiwara di bumi ini. Terlalu bias rasanya, ketika ada seseorang yang kaya raya dan terlihat punya segalanya tidak slengean ketika menilai sesuatu.

Sudah lumrah rasanya ketika mereka yang memiliki segalanya, terlalu mudah untuk menilai sesuatu dengan kacamatanya. Tidak ada yang salah dengan hal itu, Namun rasanya memang sulit. Membayangkan mereka sibuk memikirkan sesuatu ketika perut mereka kosong seharian atau bisa dikatakan ini adalah suatu hal yang mustahil.

IMG_8125

Mobil itu murah, material yang digunakannya gak akan berbeda dengan yang digunakan untuk membungkus susu cair dengan kemasan kaleng…?!

Mungkin contoh diatas adalah opini favorit yang terucap dari kaum “the have” yang memiliki kendaraan tipe premium diatas 200 juta. Terhadap kendaraan yang nilainya di angka 95 jutaan.

Sejujurnya kadang apa yang kita miliki, boleh jadi akan membuat diri kita lupa diri dan kurang memahami rasa kepekaan terhadap yang lainnya. Layaknya kita yang sedari kecil terbiasa mengendarai mobil, motor mewah dan kendaraan yang mewah lainnya. Umumnya akan sulit memahami, apa yang dirasakan oleh para pejalan kaki atau para pesepeda di sebuah jalanan umum.

Dan kesekian kalinya mimin pun menyuarakan sebuah opini tanpa perlu diperjelas dengan singkatan IMHO. Dimana akan lebih baik ketika kita berada dalam sebuah lingkungan yang menyenangkan. Lingkungan yang sejatinya hanya mengenal kita semua sama, rakyat jelata yang hidup dari apa yang kita usahakan, dari apa yang kita upayakan, dari apa yang memang kita kerjakan dan tentunya sesuai dengan kemampuan serta bakat ataupun talenta yang kita miliki.

Scre.jpg

Percayalah, karena akan tiba masanya dimana Kau, Aku, Mereka, Kalian dan Kita semuanya menuju ke sebuah ruang hampa.

Akhir kata, akan lebih baik jika belajar dari kisah-kisah kehidupan para pesepakbola level world class diatas. Klopun diri kita dikondisikan melihat orang-orang yang mungkin memiliki typical dari kaum the have. Sekali lagi jadikan itu hal yang biasa saja. Posisikanlah diri kita layaknya menjadi seseorang yang sedang menikmati sebuah pertandingan sepakbola di layar kaca TV Nasional. Kita hanya perlu menikmati pertandingan gratis. Jadikan pertandingan tersebut sebagai hiburan, tanpa perlu risau siapa yang akan menang ataupun kalah. Karena tentunya kita hanya perlu fokus untuk terus melangkah & Melanjutkan hidup.

The last but not least, tanpa kerendahan hati, kita tak’kan pernah benar-benar berkembang. Dan sekecil apapun diri kita saat ini ataupun di masa yang akan datang, Nikmatilah dan tetaplah merasa yakin, karena tanpa kehadiran kita semua yang kecil ini. Mereka yang besar sekalipun tidak pernah akan ada artinya didalam dunia yang penuh keindahan ini.

file1.jpg

Respect buat para pejuang yang gugur di medan pertempuran demi kemerdekaan nusa dan bangsa indonesia. Dan respect sepenuhnya untuk kita semua rakyat jelata yang masih berjuang dibalik sabar dan tidak hanya doa serta usaha. Tetaplah semangat, meski menjadi apapun diri kita di suatu masa yang akan datang. Baik menjadi pribadi yang penuh kaya akan Gizi ataupun kekurangan layaknya Mal nutrisi. Baik tumbuh besar ataupun kecil, akan selalu bermakna ketika kita mau berusaha senantiasa bersyukur. Tidak hanya mau terus berjuang di atas kaki sendiri, untuk kualitas hidup yang jauh lebih baik lagi, Aamiin.

Iklan

One thought on “melihatnya tersenyum adalah obat terbaik buat segala luka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s