Sedekah (tak) Berbalas Adalah Hidup Yang Bermanfaat

Selamat malam semuanya, selamat beristirahat dan semoga kita semua menikmati akhir pekan yang sangat menyenangkan ini, Aamiin.

Everybody that we loved, pada saat sekarang ini semua terlihat berjalan begitu cepat. Semua bergerak berkesinambungan dan semuanya memiliki kepentingan, baik bagi dirinya, untuk orang yang dicintainya dan termasuk keluarga kecil dan keluarga besar yang diperjuangkannya.

Mari kita coba berpikir dengan bijak, jauh lebih tenang dan mampu maknai setiap kejadian dalam episode yang penuh warna-warni ini. Semuanya diuji, semuanya bertasbih dan berdoa tidak sekedar hanya berusaha dengan segala keluh kesahnya.

Kedewasaan tidak selalu selaras dengan bertambahnya usia, menjadi bijaksana pun tidak serta muncul dengan sendirinya. Setiap kejadian pasti memiliki sebab akibat, semua ada alurnya dan mungkin memang telah ditetapkan jauh dari sebelum kita dilahirkan.

Bicara kehidupan saat ini, semua berlomba-lomba untuk mendapatkan kebahagiaan. Makna dari kebahagiaan ini pun berbeda-beda antara satu individu dengan individu yang lainnya. Terlepas dari banyak kepentingan yang kita perjuangkan, semoga kita selalu ingat dan berada dalam koridornya tanpa lupa tetap semangat menjadi orang yang jauh lebih bermanfaat, Aamiin.

Bicara tentang berjuang. Mimin yakini semua orang punya cara tersendiri dalam memaknai sebuah perjuangan, walau orientasinya hampir bisa dipastikan sama, yaitu berjuang untuk mendapatkan nafkah bagi dirinya dan keluarga atau orang terdekat dalam lingkungannya.

Disini kita harus pastikan, cara atau proses yang kita jalani sebaik mungkin dalam koridor yang positif. Dalam artian misalkan kita bekerja, berpikirlah apa saja manfaat dari apa yang kita kerjakan, apa yang kita lakukan, baik dampak positif dan dampak negatifnya.

Mungkin agak lebay, agak sok bijak dan sempurna. Namun, suatu waktu kita pasti menyadari dengan baik, jika apa yang kita dapatkan tidak lain dan tidak bukan bergantung pada apa saja yang telah kita lakukan dimasa yang telah lalu.

Layaknya seorang anak yang menjadi nakal, badung dan sejenisnya. Tidak lain dan tidak bukan hanya orangtuanya lah yang mampu memahaminya, memaknai apa yang terjadi dimasa lalu dan mungkin pada akhirnya nyata terjadi pada kehidupan anaknya saat ini.

Suka atau tidak suka, semua terjadi pasti ada sebabnya. Mungkin seorang anak menjadi sangat istimewa dikarenakan perilaku orangtuanya dimasa lalu yang juga luar biasa, sehingga menjadikan anak tersebut menjadi sosok yang istimewa dalam tanda kutip.

Kembali ke topik awal dimana saat sekarang, semua seakan-akan berlomba menghalalkan segala cara untuk dapatkan kebahagiaan. Masalah pendidikan yang carut-marut, ditambah segala permasalahan bangsa serta pola konsumtif dan budaya “gila” pujian yang umum terjadi saat ini.

Sebagai contoh, para politikus berlomba dapatkan jabatan dengan menggelontorkan uang ratusan bahkan milyaran rupiah. Selaras dengan kebiasaan para politikus, saat ini anak muda pun berlomba-lomba dapatkan pekerjaan baik dalam sektor swasta ataupun dalam sektor seperti jalur cpns dan lain-lain.

Menariknya, tidak sedikit dari mereka yang berusaha mendapatkan pekerjaan dengan cara menyuap alias kkn dan sejenisnya. Mereka rela gelontorkan uang demi dapatkan jabatan dan bukan suatu hal aneh jika fakta tersebut terjadi disemua wilayah di negeri yang kita cintai ini.

Fakta dimana seorang first graduate mampu keluarkan uang 300juta untuk dapatkan jabatan di sebuah lembaga, merupakan hal yang mungkin biasa terjadi pada saat ini. Mereka berasumsi dengan memiliki jabatan disuatu lembaga, mereka akan mendapatkan gaji besar karena tunjangan dll. pada akhirnya berapapun rupiahnya pasti akan sanggup atau rela dikeluarkan dari kantong pribadi (orangtua), demi jabatan tersebut.

Suka atau tidak suka itulah kenyataan sekarang dan itupun terencana secara struktural pada setiap individu. Artinya ketika seseorang terindikasi melakukan hal itu, boleh dikatakan hal tersebut umum mereka lakukan, bahkan jauh sebelum mereka lulus kuliah.

Menariknya yaitu, bisa jadi saat mereka lulus sekolah menengah atas pun, mereka memang terindikasi menggunakan kekuatan tidak terlihatnya saat masuk ke perguruan tinggi yang diinginkan. Baik itu dikatakan jalur khusus plus plus banget, jalur arteri tanpa jebakan betmen atau via jalur bebas hambatan dan lain sebagainya.

Dan dari hal tersebut kita bisa simpulkan jika tidak sedikit dari kita yang sangat takut miskin didunia, rela menghalalkan segala cara karena sangat super takut sengsara dalam kehidupan yang hanya sementara ini. Lagi-lagi kesimpulan pada akhirnya ialah kebenaran akan selalu beriringan dengan keburukan, sampai akhir zaman nanti.

Buat mimin ini pembiaran-pembiaran yang sebenarnya merusak mental dari para pelakunya itu sendiri, dampaknya bisa sangat masif, sangat besar dan super serius. Fakta yang ada pun akhirnya menasbihkan bangsa ini menjadi negara yang sangat sulit lepas dari budaya korupsi a.k.a KKN dan sejenisnya.

Mari kita renungkan, pikirkan dan pahami benar jika fakta ini memang membahayakan. Bisa kita lihat mentalitas para pemegang kekuasaan saat ini seperti apa, mereka dikenal pintar dan mayoritas memang pintar. Saking pintarnya mereka pun tak jarang terjerat kasus korupsi berjamaah.

Analisa mimin mereka memang sangat pintar mencari uang, sangat jago karena melakukannya secara struktural dan umumnya mereka adalah pribadi yang cerdas. Bisa kita lihat perjalanan kariernya, mereka yang umumnya terindikasi korupsi dll, adalah mereka yang memiliki daya juang yang tinggi, biasanya mereka memang saat muda bukan tipe yang pendiam dan umumnya mereka tergabung dalam suatu organisasi yang jelas bukan organisasi level kelas teri.

Menarik bukan, klo ditelaah lebih dalam. Para tersangka korupsi ini adalah sosok orang yang dikenal aktif dalam berorganisasi dan menyedihkannya, mereka tidak jarang menjadi orang yang sangat vokal pada saat muda, dikenal sangat hebat lalu berubah drastis disaat mereka telah menduduki jabatan terhormat “impiannya”.

Dan pada akhirnya, semua dikembalikan ke masing-masing. Seperti layaknya slogan lapak sebelah yang kurang lebih memiliki makna, jagalah kebenaran itu tetap ada (kebenaran yang menurut kalian paling baik, sesuai kata hati nurani diri kalian sendiri) -keep the truth alive-.

The last but not least, seperti yang sudah ditulis sebelumnya. Cobalah jadi orang yang jauh lebih ingat dengan kewajiban yang sesungguhnya, sesuai dengan ajaran agama yang kalian yakini benar.

Sesempurna hidup kita sekarang, semuanya cuma titipan, semua pasti kembali dan kematian adalah keniscayaan untuk setiap individu. Come on and wake up, buat apa sih halalkan segala cara ? Klo pun itu digunakan untuk sedekah, rasanya tidak dapat dikatakan benar jika kita menyumbangkan sesuatu dari hasil yang tidak baik seperti hasil kkn misalnya.

Jadilah orang yang bermanfaat. semiskin-miskinnya kita, ingatlah kewajiban yang utama yaitu beribadah, berdoa dan berusahalah berdiri diatas kaki sendiri.

Sekalipun dihina, dicaci, diremehkan dan lain-lain. Anggaplah semuanya hal biasa, hal umum yang biasa ditemui dan menjadikan diri kita jauh lebih baik, lebih kuat dengan mental dan daya juang semangat positif.

Pasti ada jalan, pasti ada solusi dari setiap masalah dan yakinlah dengan doa tanpa lelah berusaha, segalanya pasti akan berakhir baik sesuai harapan, Aamiin. Mohon maaf atas segala hal yang mungkin kurang berkenan dan ada pada tulisan ini, semoga mimin dimaafkan dan jangan lupa tetap semangat keep the truth alive.

“Terkadang yang terlihat kecil itu memiliki makna yang lebih dan kebanyakan dari kita hanya mampu menilai, melihat dan tak pernah lebih dari itu…” -founder-

Allaahumma innaa nas-aluka salaamatan fid diin, wa ‘aafiyatan fil jasadi, wa ziyadatan fil ‘ilmi, wa barakatan fir rizqi, wa taubatan qablal maut, wa rahmatan ‘indal maut.
Allaahumma hawwin ‘alainaa fii sakaratil maut, wan najaata minan naar, wal ‘afwa ‘indal hisaab.
Rabbanaa laa tuzigh quluubanaa ba’da idzhadaitanaa wa hab lanaa mil ladunka rahmatan innaKa Antal wahhaab. Rabbanaa aatinaa fiddunya hasanataw wa qinaa ‘adzaaban naar.

Iklan

3 thoughts on “Sedekah (tak) Berbalas Adalah Hidup Yang Bermanfaat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s