★ SFTER : Review Test Merk Oli Samping Untuk Vespa Excel ★

13442339_1044465992257101_6536566094959779788_n

★ SFTER : Review Test Merk Oli Samping ★
Membahas oli samping untuk motor 2 langkah, memang seakan tiada habisnya. Perang tekhnologi pun tak ayal membuat tiap pabrikan oli samping mengeluarkan segala jurus andalan, insinyur dibalik tiap pabrikan pun dipaksa menemukan formula terbaru yang pada akhirnya memanjakan para konsumen. Terlepas dari semua dinamika tersebut, tak lupa admin magang taplaxmeja ucapkan, terima kasih untuk para team research and development tiap pabrikan oli samping yang telah memberikan produk-produk berkualitas dipasaran saat ini.

Pastinya hal yang harus pertama diperhatikan untuk urusan pemilihan oli samping ini ialah, alangkah baiknya kita tidak mencampur oli samping dengan berbagai merk ke dalam tangki bahan bakar. Jadi sebaiknya pastikan kuras habis terlebih dahulu sisa oli samping yang telah kita pergunakan, sebelum akhirnya kita menggunakan merk oli samping lainnya.

Hal ini semata-mata perlu diperhatikan, karena masing-masing produk mempunyai lapisan film yang berbeda-beda pada saat proses pembakaran. Klopun dicampur dengan berbagai merk, belum tentu bisa saling menyatu karena zat kandungan yang ada dalam sebuah merk oli samping pastinya sangat berbeda antara satu dan lainnya.

Kemudian salah satu hal penting lainnya yang sangat wajib diperhatikan ialah lebih baik kita membiasakan menggunakan oli samping yang semi sintentik, jika memang kendaraan atau motor harian kita dalam keadaan standar pabrikan.

Sementara itu berbeda halnya, jika kendaraan atau motor harian yang kita pergunakan ini sudah full spek kompetisi, dimana umumnya spek motor ini diperuntukkan untuk keperluan ajang balap saja. Artinya sudah menjadi suatu keharusan untuk tipe motor spek kompetisi memakai oli samping full sintetik ataupun racing only.

Kesimpulan untuk tips memilih oli samping yang berkualitas yaitu apabila motor yang kita pergunakan memiliki spek standar pabrikan, ya biasakanlah memakai oli samping tipe mineral ataupun semi sintetik. Karena tipe oli samping racing only sendiri memiliki zat aditif yang hanya dapat terbakar sempurna, pada saat suhu mesin mencapai titik tertentu atau diatas rpm normal saat kita berkendara harian yang identik bersifat stop and go.

Dan dibawah ini ialah beberapa tipe oli samping motor 2 Tak.
Berikut data keterangan mengenai grade viksositas dan juga jenisnya, mulai dari oli samping tipe mineral, semi synthetic, full synthetic dan tentunya tipe racing only yang biasa dipergunakan untuk kepentingan balap. Semoga informasi ini bermanfaat, sounds from excel rider and check this out 2T lover :

★ Oli Samping Tipe Mineral :
– AGIP 2T (JASO FB)
– Castrol GO! 2T (JASO FB)
– Evalube 2T (API TB)
– Shell Advance SX (JASO FB)
– Total 2T Special API TC (JASO FB)

★ Semi Synthetic :
– AGIP City 2T (JASO FC)
– AGIP 2T F1 Semi Synthetic (JASO FC)
– Castrol Activ 2T Low Smoke JASO FC
– ELF IndoOil CX800 2T Smokeless Semi Synt (JASO FC)
– ELF 2T Moto Sport SP Semi Synthetic (JASO FC)
– Eneos 2T City Semi Synt (JASO FC)
– Fuchs Comp-2 Injector (JASO FC)
– Gulf Power Trac 2T (JASO FC)
– Idemitsu Racing 2T Semi Synthetic (JASO FC)
– Idemitsu Extreme Semi Synthetic (JASO FC)
– Kawasaki Genuine Oil 2T Semi Sinthetic (JASO FC)
– Motul 510 Technosynthese (JASO FD)
– Nixol 2TRX Semi Synthetic (JASO FC)
– Petronas Sprinta 2T 4000 Synthetic Blend (JASO FC)
– Shell Advance VSX (JASO FC)
– SPC 2T Special Super Perfumed (API TC)
– SPC 2T Alpha Super Perfumed (JASO FC)
– SPC 2T-S Perfumed (JASO FC)

★ Full Synthetic :
– AGIP 2T Speed Full Synthetic (JASO FC)
– Bardahl 2T Synthetic (JASO FC)
– Castrol Power 1 (JASO FD)
– Gasoli 2T Super Sporty G1000 (API TC)
– Motul 710 100% Synthese (JASO FD)
– Petronas Sprinta 2T 5000 100% Synthetic (JASO FC)
– RedMax ProBlend 2 Cycle Engine Oil (JASO FD)
– Repsol 2T Syntetico API TC (JASO FC)
– STP 2T Low Smoke Perfumed Synt (JASO FC)
– Total 2T Hi-Perf Full Synthetic (JASO FD)
– Vistra 2T 500 Full Synthetic (JASO FC)

★ Racing Only :
– Castrol A747 Castor
– Castrol TTS 2T Full Synthetic Racing
– IP Sintiax Max Competition 2T
– Silkolene 2T PRO2 Electrosyntec 100% Synthetic Ester
– Shell Racing X 2T
– Motul 800 Road Racing Factory Line Double Ester 100% Synthese

★ Final Thoughts :

Berikut ini ialah beberapa hasil test merk oli samping yang dicoba dengan motor harian tipe vespa excel  lansiran 1995 dengan spek standar pabrikan yang digunakan sehari-hari.
Tentunya menggunakan metode 1 liter bahan bakar pertamax yang dicampur dengan 25ml oli samping yang mimin masukkan keduanya dalam 1 tangki bahan bakar. Sementara saat pengujian sendiri dilakukan di jalanan perkotaan yang menuntut rider sering buka tutup gas atau stop and go, meski tidak jarang gas digeber sampai 3/4 putaran hingga mesin teriak kencang.

★ Evalube 2T
– oli tipe mineral
– dampak terhadap mesin memiliki kecendrungan berkerak
– menghasilkan asap tebal
– harga sangat terjangkau
– dapat ditemukan dimana aja
– mesin cepat panas bahkan engine sempat alami “jammed”
– suara mesin terdengar cukup kasar

★★ Shell SX 2T
– oli tipe mineral
– dampak terhadap mesin memiliki kecendrungan bersih
– menghasilkan asap tipis dan wangi
– harga relatif murah
– tersedia dimana mana
– mesin cepat panas
– suara mesin cenderung bersuara kasar

★★★ Shell VSX 2T
– semi sintetik
– mesin bersih
– asap kendaraan tipis
– wangi
– harga lebih mahal dari shell SX 2T
– Suara mesin kasar dan cepat panas
– susah ditemukan di toko/bengkel kecil

★★★★ Eneos 2T City Asia
– oli tipe semi sintetik
– mesin sedikit berkerak tapi mudah dibersihkan
– sedikit berasap dan wangi
– suara mesin halus
– suhu mesin stabil
– harga relatif murah
– susah ditemukan di toko/bengkel kecil

★★★★★ Motul 510 2T
– oli tipe semi sintetik
– Mesin sangat bersih
– tidak ada oli sisa pembakaran di knalpot
– nyaris tak ada asap
– suara mesin halus
– suhu mesin stabil
– harga relatif mahal
– susah ditemukan di toko/bengkel kecil

Semoga informasinya bermanfaat, mohon dimaafkan apabila ada salah-salah kata. Konsumen layak mendapatkan kualitas produk yang terbaik. Meski semua pada akhirnya dikembalikan kepada khalayak umum, mau memilih produk apapun semua disesuaikan dengan kebutuhan para rider scooterist itu sendiri. Finally pabrikan berkualitas tentunya  memiliki portfolio perusahaan yang luar biasa, sementara line up produk yang ditawarkan pun pada umumnya beragam dan harga yang berbanding lurus dengan kualitas itu memang nyata adanya.

#SFTER  #soundsfromtheexcelrider #sparepartvespaexcel

Source : https://www.facebook.com/sparepartvespaexcel/photos/?tab=albums

Sounds From The Excel Rider #SFTER – Fork Vespa Excel

img_2778
Ada yang bilang fork dengan konstruksi 2 seperti excel series kurang kuat, jika dibandingkan fork 3 seperti milik kakak-kakaknya excel. Hal itu sendiri sering ditemui ketika mimin berada dalam suatu jumpa pers, baik dalam dunia nyata ataupun forum dunia maya sekalipun. Hemat mimin roda depan terasa goyang menunjukkan fork terindikasi bermasalah ataupun dirasa kinerjanya kurang maksimal itu lebih kepada harus ada pergantian beberapa suku cadang. Disini bukan karena sistem fork 2 tidak lebih baik dari sistem fork 3.

Artinya selama perawatan dilakukan secara berkala dan mengutamakan menggunakan spare part oem atau versi racing aftermarket berkualitas, InsyaAllah gejala fork goyang itu pun susah ditemui. Perihal opini mengenai fork 2 sering bermasalah, mimin rasa itu hanya mitos belaka. Tentunya bagi para scooterist yang selalu utamakan logika, pasti tidak akan menelan mentah-mentah opini dari sebagian oknum yang menyatakan fork ini tidak lebih baik dari kinerja fork 3.

copy-of-vespa-125-ts-pole-position-1985

Hal yang perlu kita ingat ialah vespa excel series ini dibekali dengan mesin yang memiliki karakater “galak” pada putaran bawah. Hal ini pun sudah menjadi rahasia umum, jika pada posisi gigi 1 pun, dengan hanya memainkan 1/4 putaran gas, lalu handle kopling dilepaskan pada rpm tertentu. Roda depan vespa excel akan sangat mudah terangkat atau wheelie. Terlebih vespa excel ini dibekali dengan kopling lobang 7 yang dikenal cukup “ganas” dan menjadi favorit bagi sebagian khalayak scooterist, baik untuk rider fork 3 sekalipun.

Perlu diketahui, gaya berkendara rider juga turut mempengaruhi kinerja dari kendaraan itu sendiri. Semakin kita “ugal-ugalan” dalam berkendara, tentunya akan turut membuat usia pakai suku cadang menjadi lebih singkat.

Klo variabelnya dibanding-bandingkan fork 3 lebih awet dan lain sebagainya. Kita harus pastikan validitas data itu melalui riset secara faktual. Disini perlu ditekankan sekali lagi, jikalau dibandingkan dengan vespa fork 3 sekalipun, kita harus pastikan mesin tua fork 3 yang dijadikan perbandingan tersebut haruslah memiliki power yang sama dengan excel series yang notabene memiliki takdir dengan fork 2.

Bagaimana kita mengetahui fork 3 lebih kuat dari 2. Jika mesin muda yang “terlatih” berlari 110/jam dengan pengapian CDI. Disama-ratakan dengan mesin tua yang belum tentu berlari 110km/jam dengan pengapian platina misalnya, just in case telaah dulu sebelum mengambil kesimpulan. Karena 2016 ini adalah tahun dimana seharusnya mitos yang tidak berdasar itu wajib hilang, supaya menjadi cerdas itu bukan lagi merupakan sebuah pilihan, namun justru akan menjadi sebuah virus yang positif dan memajukan kualitas dari SDM bangsa yang kita cintai ini Negara Kesatuan Republik Indonesia.

No offense, hanya saja pihak DMI sendiri sebagai perusahaan yang ditunjuk Vespa di tanah air ini pun sudah memikirkan dengan matang, dimana penggunaan fork 2 ini tidak serta merta mengurangi kualitas dari line up dari vespa itu sendiri. Mereka pastinya lakukan riset mengenai hal ini, dimana semua perusahaan pasti memiliki divisi riset yang kompeten di bidangnya. Terlebih DMI sendiri memang berafiliasi dengan Vespa yang semua ketahui merupakan anak perusahaan dari Piaggio Grup yang juga memiliki perusahaan dengan genre “aliran balap” berlabel aprilia, derbi, gilera dll.

Final thought : Tidak harus mengganti fork 3 untuk excel series. Karena fork 2 ala pabrikan pun cukup digdaya meredam keganasan power excel. Klopun dirasa membutuhkan perawatan ekstra, excel rider hanya perlu cek kelayakan suku cadang shockbreaker depan original equipment manufacturing, kemudian cek bearing atau laher roda dan pastikan menggunakan produk asli DMI yang harganya pun cukup terjangkau. Selebihnya secara berkala jangan lupa cek juga bagian as rem depan, as roda depan dan bearing komstir yang juga wajib diganti secara berkala, agar memberikan kenyamanan berkendara yang optimal, seperti halnya kendaraan yang baru keluar dari pabrikan.

Berikut ini ialah beberapa suku cadang yang bisa excel rider catat, agar kinerja roda depan vespa excelnya selalu optimal. Check this out excel rider, We are what ? Yes We Are Sounds From The Excel Rider Indonesia #SFTER !!!

  • SHOCKBREAKER

325-2000

  • GUDGEON PIN ASSY (Hub Pin Kit / As Ayun)

as-ayun-vespa-excel-49-500

  • BEARING RODA

 

laher-roda-depan-vespa-xl-ukuran-laher-6202-30-400

  • AS RODA DEPAN

75-800-as-roda-depan-excel

  • KEPALA BABI RODA DEPAN

115-1000

  • KOMSTIR SETANG

komstir-vespa-45-100

Informasi Spare Part Lainnya Bisa Kunjungi Link Dibawah ini : https://www.facebook.com/sparepartvespaexcel/posts/1100271133343253:0

The last but not least, jangan lupa utamakan safety riding dan senantiasa rendah hati. Karena sepeda motor itu hanyalah alat yang kita gunakan untuk membantu aktifitas harian kita. Selebihnya dunia ini pada dasarnya hanya bersifat sementara, dimana segala benda atau apapun yang ada dalam dunia ini pastinya tidak ada yang abadi. Karena yang fana adalah waktu, sementara kita abadi. Abadi dalam artian diri kita seutuhnya milik Allah SWT.

Selamat berakhir pekan untuk semuanya, mohon dimaafkan apabila ada salah-salah kata, damai selalu ibu pertiwi dan jayalah Indonesia, settong vespa sajuta sodara.

#SFTER #Soundsfromtheexcelrider  #Spareparthondac70  #SFTC

Vespa T5 – Sounds From Excel Rider #SFTER

 14202776_1098642616839438_3219881065334367854_n

Sparklinc Office – Selamat sore excel rider. Pada kesempatan kali ini mimin akan mencoba mengulas sedikit mengenai keberadaan saudara kembar vespa excel di eropa sana yang bernama vespa T5.

T5 sendiri merupakan varian scooter lansiran vespa yang diperjualbelikan di benua biru atau tepatnya di banyak negara di wilayah eropa sana.

Berbekal mesin tipe 2 langkah dengan kubikasi resmi 125cc. Motor yang di takdirkan memiliki nickname T5 ini memang memiliki banyak kesamaan dengan vespa excel yang kita kendarai di wilayah NKRI.

Varian T5 ini hadir dengan ciri-ciri memiliki 5 lubang transfer pada blok silindernya. Model lubang transfer 5 sendiri cukup familiar bagi para scooterist indonesia, karena model serupa juga diterapkan pada tipe vespa spartan 200cc (cmiiw).

Sementara mengenai bentuk fisik sendiri, T5 dengan mesin 125cc ini memiliki body kit yang lebih dari 90% nyaris serupa dengan vespa excel, kemiripan itu sendiri dapat kita temui baik yang series 150cc dan 200cc.

The last but not least, beberapa modifikasi T5 di eropa sana bisa menjadi rujukan bagi kita para excel rider, ketika ingin memodifikasi kendaraannya. Sementara bicara part aftermarket pun, finally kita bisa memanfaatkan spare part vespa T5 yang tersedia di pasaran eropa sana dengan harga yang pastinya sesuai kualitas.

Semoga informasi singkat ini bermanfaat, jangan lupa utamakan safety riding dan hargai sesama pengguna jalan raya, dimanapun para excel rider berada di seluruh wilayah NKRI yang kita cintai ini.

Fastabiqul khairat everybody, tetap teguhkan hati hanya kepada Maha Besar Allah SWT, jayalah keep the truth alive INDONESIA Aamiin…

img-20160906-00364

#SFTER #Soundsfromtheexcelrider #Sparepartvespaexcel  #Spareparthondac70 #Sparklinc  #Keepthetruthalive

 

 Source  :  https://www.facebook.com/sparepartvespaexcel/photos/a.763406757029694.1073741863.760986823938354/1098642616839438/?type=3&theater

Vespa Super 1974 – True Story

IMG_2736

Sparklinc  Office – Menurut pemilik sebelumnya, sebenernya motor ini ditakdirkan memiliki lampu bulat. Hanya saja pada saat berada ditangan mimin, motor ini malah justru berkepala kotak dengan logo siem pada mika kaca di bagian lampunya. Ok, ini gak masalah karena mimin sendiri mendapatkannya secara bekas tentunya, jadi selama mesin berfungsi dengan normal. Hemat mimin masalah lampunya kotak atau bulat, it doesn’t matter kala itu.

Finally motor ini mimin kendarai hanya dalam waktu 2 minggu saja. Terlebih saat itu mimin merasakan betul perbedaan yang sangat signifikan antara vespa excel series 1995 milik mimin, dengan vespa super 1974 ini yang memiliki keterangan warna di stnk/bpkb bertuliskan medium blue.

IMG_2734

Hari pertama tentu senang karena mendapatkan genre klasik di kisaran 4 koma sekian saja. Dengan plat nomer tertera cirebon kota atau plat E, super ini resmi menjadi anggota baru dari keluarga kecil mimin kala itu.

Selang hari berikutnya motor ini hanya dipanaskan dan jarang dipakai, karena mimin sendiri jarang keluar kecuali agenda tugas kantor dan hangout semisal cari makan.
Setelah lebih dari seminggu, akhirnya motor yang terbiasa parkir di salah satu office order clothing industries ini pun, mulai rewel dimana diawali dengan bocornya tangki.

Hal ini sebenarnya adalah hal umum yang ditemukan di motor tua. Mau tidak mau jiwa genre otodidaknya muncul. Bongkar tangki, cek karet, selang bensin dan juga kran bensin. Sejurus kemudian akhirnya ketemu permasalahannya, dimana sambungan dari tangki ke selang bensin sedikit longgar, sehingga menyebabkan bensin mengalir deras dari bagian tersebut.

Dengan metode sederhana, bongkar, cek baut atau bagian yang kendur, lalu dikencangkan kembali. Akhirnya si super ini normal kembali seperti sedia kala.
Esoknya motor ini pun resmi dipinang salah satu teman mimin. Meski belum 200 Km mimin mengendarainya, tapi jelas tawaran dari teman kala itu langsung mimin setujui. Bermodal 4 ribu sekian sekian, super lansiran 1974 ini resmi pindah tangan.

Secara jujur mimin memberitahukan perihal kondisi motor apa adanya, kelistrikan ok, mesin ok, istilahnya 1 kali selah, motor langsung hidup meski hanya minum premium + evalu** botol hijau dengan viksositas grade oli mineral kualitas standar api TC.

Berbicara power sendiri, sejujurnya tarikan motor sangat berat sekali. Mesin teriak kencang tapi laju motor seakan tertahan, mungkin bagian kopling wajib refresh dengan suku cadang baru, tidak hanya bagian piston yang sepertinya wajib lem biru (lempar yang lama, beli yang baru).

Dari analisa hasil pembakaran pun, businya selalu dan selalu kotor berkerak kehitam-hitaman. Jujur mimin sendiri kurang paham mengenai air fuel ratio (afr) dan sejenisnya. Tapi jelas disini ada masalah dengan pembakaran yang jauh dari kata maksimal. Terlebih busi selalu hitam dengan tekstur basah, menunjukkan ada banyak bensin yang terbuang percuma seakan akan tidak terbakar seutuhnya dengan tuntas.

Finally transaksi pun lancar, motor berpindah tangan dengan sah secara hukum kevespaan dan jual beli motor pada umumnya.

Sampai sekarang pun, mimin masih belum memahami mengenai kelistrikan dengan sistem platina. Terlebih mimin bukan lulusan stm/smk mesin, tapi pengalaman membelai platina series ini mungkin terakhir kalinya. Karena secara hati lebih menyukai kendaraan dengan tipe kelistrikan yang lebih advance nan praktis dengan genre CDI.

Mungkin sebagian orang yang paham betul seluk beluk platina atau bagi mereka sangat kompeten dan memahami cara kerja platina, akan sangat menyenangkan untuk memelihara genre klasik dari vespa ini.

Tapi buat yang newbie atau layaknya pengalaman mimin yang ga memahami secara baik cara kerja platina. Mimin sarankan lebih memilih kendaraan dengan genre pengapian CDI. Selain praktis, tentunya tipe ini lebih “ampuh” dipakai untuk aktifitas rutinitas harian kita, semisal keperluan pergi ke kantor dan pulang ke rumah setiap hari.

img_2770
Secara body, aliran klasik membulat memang ngangenin. Tapi umur gak bisa bohong, dimana mimin lebih mengutamakan kinerja mesin daripada sekedar body kit belaka. Setiap orang memang memiliki kepentingan dan kebutuhan yang berbeda-beda, mimin sendiri menyukai klasik walau memilih menjadi excel rider pada akhirnya.

The last but not least, setiap motor memang memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Disini cermat-cermatlah dan menyesuaikannya dengan kebutuhan diri kita. Butuh mesin dengan pengapian praktis ala CDI atau bertahan dengan ideologi klasik dengan engine platform platina, semua dikembalikan kepada individu masing-masing dalam memilihnya.

IMG_2765.JPG

Selamat berakhir pekan untuk semuanya, jayalah indonesia dan tetaplah semangat salam mesin kanan, dimanapun kalian berada…

#sparepartvespaexcel #sfter #adminmagangtaplaxmeja #soundsfromtheexcelrider

Source : https://www.facebook.com/sparepartvespaexcel/posts/1101196866584013:0

 

Takaran Ideal Oli Samping Vespa – Sounds From The Excel Rider

img-20160617-00752
Sparklinc Office – Berbicara mengenai mesin memang seakan tak ada habisnya. Terlebih dimasa sekarang ini beberapa pabrikan mengemas banyak produk-produknya dengan semenarik mungkin. Tentunya semua itu dipengaruhi oleh pasar dari industri sepeda roda dua saat ini yang semakin hari semakin menggiurkan, khususnya market sepeda motor di tanah air yang semakin tahun semakin berdarah-darah, karena persaingan beberapa pabrikan raksasa jepang yang senantiasa mendominasi pangsa pasar penjualan sepeda motor.
Saat inipun beberapa line-up brand raksasa menawarkan dalam berbagai macam jenis dan tipe. Tentunya produk yang mereka tawarkan ini, diciptakan sebagai jawaban atas permintaan pasar. Setali tiga uang dengan apa yang pabrikan tawarkan, para user atau rider sendiri, kini banyak memilih kendaraan roda dua untuk menunjang aktifitas hariannya, daripada menggunakan jasa kendaraan umum ataupun kendaraan pribadi roda empat yang pastinya boros bensin dan rawan terkena macet, khususnya untuk masyarakat yang tinggal dikota-kota besar sana .
Tak ayal fenomena ini pun membuat penjualan sepeda motor cenderung stabil dan bahkan meningkat pada setiap tahunnya. Pada titik ini masyarakat atau dalam hal ini ialah para user/rider sendiri, kini menjadikan kendaraan roda dua tidak hanya sebagai alat penujang aktifitas harian semata, tetapi juga menjadikannya sebagai bagian dari gaya hidup.
Terlepas dari tulisan diatas. Kali ini yang akan menjadi topik bahasan ialah mengenai takaran oli samping yang ideal untuk kendaraan dengan jenis mesin 2 tak khususnya vespa. Sementara berbicara motor dengan mesin 2 tak sendiri, secara global genre mesin ini memang mulai terpinggirkan, terlebih mayoritas pabrikan besar jepang atau eropa pun sudah serentak melakukan program “DISCONTINUE” untuk line-up produk genre ini.
Lantas kenapa motor dengan mesin 2 tak harus memakai oli samping selain pelumas mesin ? Sementara mesin 4 tak sendiri terlihat jauh lebih simple, karena hanya membutuhkan oli pelumas untuk mesin saja ?
Jawabannya ialah karena cara kerja mesin 2 tak (2 langkah) menghasilkan power/tenaga yang jauh lebih besar dibandingkan dengan power/tenaga mesin 4 tak (4 langkah) dan mesin 2 tak ini memerlukan percampuran oli dengan bahan bakar (oli samping/two stroke oil) untuk proses pelumasan silinder mesin.
– Pada mesin dua tak, sekali pembakaran terjadi dalam satu putaran penuh pada poros engkol (crankshaft), sedangkan pada mesin empat tak, sekali proses pembakaran terjadi dalam dua putaran penuh pada poros engkol.
– Lubang pemasukan dan lubang pembuangan pada mesin dua tak terdapat pada dinding silinder, sedangkan pada mesin empat tak terdapat pada kepala silinder (cylinder head). Ini adalah alasan utama yang membuat mesin 4 tak tidak menggunakan oli samping.
Untuk itu dibutuhkan pelumas yang lebih karena putaran yang dihasilkan lebih cepat. Hal itu juga menjawab kenapa mesin 2 tak lebih berisik, boros bahan bakar, menghasilkan asap putih dari knalpotnya namun unggul dalam kecepatan dibandingkan mesin 4 tak.
Lantas berapa takaran ideal oli samping untuk motor 2 tak atau dalam hal ini kendaraan dengan brand vespa ???
Untuk vespa sendiri, anjuran dari pabriknya cukup 2% atau 20ml oli/ liter bensin, namun kita biasanya melebihkan oli sedikit lebih banyak dari anjuran pabrikan, supaya celah antar komponen pada mesin tua ini tetap terlumasi dengan maksimal dan power mesin pun tetap terjaga.
Mayoritas setelah ditambahkan, campuran oli sampingnya pun umumnya menjadi 2,5-3%, sementara apabila lebih dari itu berpotensi membuat busi lebih cepat mati, dikarenakan bekas sisa endapan karbon yang menumpuk banyak.
Disini yang perlu diperhatikan ialah takaran oli samping yang terlalu banyak melebihi anjuran pabrikan sendiri, tidak hanya akan berpotensi endapan karbon atau kerak menumpuk di busi saja, melainkan akan juga menumpuk di area dalam mesin semisal piston, ruang bakar, lubang buang dan juga didalam knalpot.
Tentunya lambat laun hal ini jika tidak disadari malah akan mengurangi performa dari mesin itu sendiri. Penggunaan oli samping terlalu banyak ini sebenarnya membuat campuran bensinnya jadi sangat kering. Karena, disini peranan bensin justru tergantikan oleh oli samping dan seringkali tidak terdeteksi, dikarenakan hasil pembakaran pada busi yang cenderung terbaca hitam, seolah olah kebanyakan bensin (kepala busi terlihat basah menghitam).
F I N A L T H O U G H T S F R O M S F T E R :
Berikut ini ialah beberapa persentase campuran ideal oli samping dengan bensin. Tidak hanya menurut anjuran pabrikan, tetapi juga sesuai data yang telah mimin himpun berdasarkan pengalaman pribadi (based on true story) menggunakan oli samping Eneos 2T Asia. Tentunya semoga data sederhana ini bermanfaat, khususnya untuk para rider yang setia dengan karier kevespaannya. Lets ride vespa lovers, jayalah keep the truth alive #SFTER
Berikut ini ialah persentase ideal menurut anjuran pabrikan vespa :
– 2% itu sama dengan 2/100 = 20 ml oli/liter bensin = 20 : 1000 = 1:50
Persentase yang dianjurkan untuk berkendara harian :
– 2,5% sama dengan 2,5/100 = 25 ml oli/ liter bensin = 25 : 1000 = 1:40
Persentase yang dianjurkan untuk berkendara touring ke luar kota :
– 3% sama dengan 3/100 = 30 ml oli / liter bensin = 30 : 1000 = 1:33,3
Semoga informasi ini bermanfaat, kurang lebihnya mohon dimaafkan apabila ada salah-salah kata.
Source : https://www.facebook.com/notes/spare-part-vespa-excel/takaran-ideal-oli-samping-vespa/1058151670888533